“In the end the importance of wearing hijab, it’s not only a symbol of modesty, it’s about being able to put yourself in a positive state of mind and pick the right decision”

— Fifi Alvianto


Fit, aku perempuan!

HAI @FITROP!!!!

Ah, ini bukan kalimat marah-marah. Ini kalimat semangat yang selalu menjadi bagian dari aku. Dan juga kamu.

 

Fit, aku perempuan. Kau jangan berharap surat ini berasal muasal dari lelaki kece tinggi putih berhidung mancung berhati emas. Ya, aku kece tinggi putih berhidung mancung dan juga berhati emas, sayangnya aku bukan lelaki.

 

Fit, aku perempuan. Tak salah kan kalau aku menuliskan surat cinta untukmu? Cinta bisa kepada siapa saja toh? Termasuk kamu yang menjadi sosok unik panutanku. Ah, panutan. Sepertinya tak selebai itu :|

 

Fit, aku perempuan. Ah, aku harus menegaskan ini agar kau tak merasa di-PHP-in jika aku tak lagi mengirimkan surat cinta kepadamu, setelah ini.

 

Fit, aku perempuan. Dan aku tau, kau juga perempuan sunda asli Cimahi. Ah, kau tau explore? Itu loh, bis Cimahi-Jatinangor yang menjadi alat transportasi ku jika ingin ke Cimahi. Aku kuliah di Jatinangor, dulunya. Fyi aja sik.

 

Fit, aku perempuan. Kamu tuh bertalenta banget sik. Kamu bisa acting, ngelucu, ngemsi, nari, dan semuanya dilakukan dari hati, hati yang lebai. Kata teman-temanku juga aku lebai, tapi lebih ke “bengeut”, bukan dari suara dan gesture yang menjadi ciri khasmu.

 

Fit, aku perempuan. Kamu sedang sibuk apa sekarang? Sudah lama tak melihat mukamu di layar kaca. Kamu kemana saja? Jangan bilang menjadi supir Explore :|

 

Fit, aku perempuan. Kau pun perempuan. Kita pasti bukan jodoh! :|


untuk kamu, yang selalu ku rindu

kamu. satu dari beribu.

kamu. yang menjadi alasan aku untuk selalu merindu.

kamu. dan hanya kamu.

kau tahu, ah mungkin kau tak mau tahu bahwa aku telah begitu salah, dulu. tidak menganggapmu atau bahkan tak bisa merasakan apa yang ada di hatimu. ya aku kotor telah membuat diriku sendiri menjadi aktor. termakan atas nama “gengsi” yang sudah ada tertanam dalam diri.

setelahnya, aku merasa bersalah. ah, atau malah merasa hilang. kau tak lagi seperti itu, kau berubah semenjak aku menjadi aku yang tak kau inginkan. kenapa kita begitu tidak sinkron. kenapa kita begitu jauh. kenapa aku sadar ketika semua yang ada dalam kamu pudar. mungkin kita bukan jodoh.

aku merasa, aku tlah biasa. ah, mungkin ini hanya harapan. karna kau harus tau, setiap ada sesuatu yang dari kamu untuk aku, nadi ini seakan kaku, hati ini seakan rindu, dan butuh kamu. raut wajahku tak bisa dibohongi. yaaa untungnya kita tak pernah lagi bertemu dan komunikasi hanya berupa tulisan. tentu kau tak tau bagaimana aku ketika disapa kamu.

sekarang aku hanya bisa menyesal dan berharap ada kamu yang dulu. yang selalu perhatian selalu. aku rindu. temanku :)


AAAAAAAAAAAAAAAK~~~~~

AAAAAAAAAAAAAAAK~~~~~

via Inspiring-Pictures.com.


via Everything Happens For A Reason. :).


via Everything Happens For A Reason. :).


islamicthinking:

A thousand times I’ve failed, and still Your mercy remains.

islamicthinking:

A thousand times I’ve failed, and still Your mercy remains.

(Source: alittleheartandruh)

via Islamic Thinking.


safaaafrina:

welcome 2013! i’m so ready!

safaaafrina:

welcome 2013! i’m so ready!

(Source: cineraria)

via Safaa Afrina.


“pilihan lo. jalani lah!”

— dina hafizah


PART II

kami dua anak manusia, yang suka memutar-mutar kata, membius makna.

kami sadar diri, kami sering lupa, untuk itulah kami menulis. 

tulisan kami pun juga tak begitu indah, tapi kami senang, setidaknya kami bisa menyenangi diri kami sendiri. :’)

- @naadiinaa dan @laluz22


PART I

kami dua anak manusia, yang suka memutar-mutar kata, membius makna.

kami sadar diri, kami sering lupa, untuk itulah kami menulis. 

tulisan kami pun juga tak begitu indah, tapi kami senang, setidaknya kami bisa menyenangi diri kami sendiri. :’)

- @naadiinaa dan @laluz22


likeafieldmouse:

Henry Hargreaves - The Zen of Yoda (2012)

(Source: likeafieldmouse)

via Heroine of Fools ♥.


“Tangis itu sedih untukmu dan kau tahu berjuta penyesalan ada padaku. Harusnya aku ada disitu, melenyapkan sedih yang tak tahu malu menghampirimu”

— dina hafizah


“Matahari terbit lalu tenggelam berganti dengan bulan. Cintaku terbit tanpa tenggelam hingga nyawa tak lagi dalam dekapan.”

— dina hafizah


“Biarlah malam menjadi gelap. Asal untukku, rindumu selalu kalap.”

— dina hafizah